Senin, 02 Agustus 2010

WAJAH - WAJAH KANDIDAT KETUA OSIS SMA PGRI 1 PATI







Wajah Kandidat ketua OSIS Preode 2010/2011 SMA PGRI 1 Pati. Mereka sudah menyampaikan visi dan misinya di depan rakyatnya di halaman SMA PGRI 1 Pati. Mereka sangat antusias dan penuh energi dalam menyampaikan pidoto politiknya di depan 1300 siswa. Suara tepuk tangan meramaikan halaman sekolah. Setelah selesai menyampaikan pidato politiknya, mereka menunggu hasil pilihan raya yang serentak dilaksanakan mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII.

Minggu, 01 Agustus 2010

PESTA DEMOKRASI SISWA SMA PGRI 1 PATI

PESTA DEMOKRASI SISWA SMA PGRI 1 PATI TAHUN PELAJARAN 2010/2011 SANGAT MERIAH
Pati - Kesibukan para pengurus osis tahun 2009/2010 namdaknya sudah menjadi tradisi di kampus merah putih ini. Kesiibukan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan suksesi kepemimpinan petinggi siswa di SMA PGRI 1 Pati pada tahun pelajaran 2010/2011. Tepatnya hari senin tanggal 2 Agustus 2010 semua siwa SMA PGRI 1 Pati mengikuti pesta demokrasi akbar yang dilaksanakan dengan sangat sederhana dan meriah. Diantara kandidat OSIS yang di jagokan adalah :
Fitria mendapat 53 suara, Ari 151 suara, Nur kholifah 425 suara, Eka 145 suara dan inta mendapat 325 suara. Jadi pesta demokrasi pada tahu 2010/2011 dimenengkan oleh Nur Kholifah dari kelas XI IPA 1. Setelah selesai perhituangan suara yang dimeriahkan tepuk tangan maka dilanjutkan penyususnan pengurus OSIS Periode 2010/2011 di ruan IT.


Minggu, 18 Juli 2010

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA PGRI 1 PATI





BAGAIMANA CARA MENGIKUTI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
MELALUI BLOG INI ?
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi semakin hari semakin pesat khusunya teknologi informasi, maka hampir semua kegiatan apapun tidak lepas dari media yang ini. Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan para Siswa SMA PGRI 1 Pati untuk bersama-sama meramaikan dunia maya lewat blog ini. Blog ini dibuat pada dasarnya adalah sebagai media layanan dalam bimbingan dan konseleng jarak jauh tanpa mengenal waktu. sehingga para siswa bisa memanfaatkan media ini baik di rumah maupun di warnet. Media ini dapat diakses dimana saja anda berada tidak hanya di di sekolah saja. Para siswa bisa memasukan artikel atau saran dan kritik kepada kami selaku guru pembimbing yang mengelelo blog ini. Agar para siswa tidak kebingungan dalam mengikuti layanan ini maka anda bisa langsung bertemu dengan :
  1. Pak A. Tholabi, S.Ag selaku Guru BK Kelas XII
  2. Bu Dra. Sri Wuryaningsih selaku guru BK Kelas XI
  3. Pak Sutono Kelaku guru BK kelas X
  4. Atau lewat email cyberkonseling@gmail.com

Jumat, 16 Juli 2010

SELAMAT MENGIKUTI TAHUN PELAJARAN 2010/2011


JADI MOTIVATOR SIAPA TAKUT ?
Untuk menjadi motivator yang hebat, anda perlu memahami diri sendiri dan orang lain. Dengan lebih menyadari alasan-alasan yang mendasari tindakan anda dan belajar mengontrol emosi, anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Ditulisan ini saya sengaja menulis tentang teknik-teknik yang dapat digunakan untuk diri anda sendiri atau anggota tim. Anda akan belajar cara untuk :
1. menemukan hal yang penting untuk diri anda
2. Bertanggung jawab atas keadaan emosi anda dan orang lain
3. Bertanggung jawab atas keadaan emosi anda
4. Mengarahkan pikiran anda untuk lebih fokus dan berorientasi pada solusi
5. menyingkap Keyakinan pembatas dan menciptakan pola pikir motivator.


Jumat, 23 April 2010

PENGUMUMAN UJIAN NASIONAL 2010 SMA PGRI 1 PATI

Pengumuman Hasil Ujian Nasional SMA PGRI 1 Pati Masih menunggul hasil rapat penegasan pada hari Senin tanggal 26 April 2010 kalau tidak ada perubahan. Semoga lulus 100%. untuk itu kami harap dengan hormat agar menjaga keamanan dan ketertiban di sekolah ini.

Senin, 19 April 2010

KIAT BELAJAR EFEKTIF

TIPS DAN TRIK CARA BELAJAR YANG BAIK UNTUK MENGHADAPI UJIAN NASIOANAL

1. Belajar Kelompok

Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar yang lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang tua dewasa atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Dalam belajar kelompok sebaiknya membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok besar baik yang sudah dijelaskan oleh guru maupun yang belum dijelaskan oleh guru.

2. Rajin Membuat Catatan Inti Sari Pelajaran

Bagian – bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan dikertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca dimanapun berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karen a dapat merugikan sendiri.

3. Membuat Berencanaan yang Baik

Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Ada baiknya membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang dilakukan sudah maksimal atau masih perlu ditingkatkan. Sesuaikan target yang pencapaian dengan kemampuan yang dimiliki. Paling tidak harus terukur standar minimalnya diatas standar yang dibuat oleh pemerintah. INGAT ! Rencana yang gagal sama dengan merencanakan kegagalan.

4. Disiplin Dalam Belajar

Apabila membuat jadwal maka harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Contohnya; belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main atau sambil nonton tv. Jika waktu makan, mandi, ibadah dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum selesai.

5. Jangan mencontek dalam mengerjakan ulangan dan ujian

Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan tau ujian. Kebohongan bagaimanapun tidak dapat ditutup-tutupi terus menerus dan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya.

CARA MENGIKUTI PELAJARAN DI KELAS

Agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik paling tidak ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu : menyiapkan diri sebelum mengikuti pelajaran, cara mencatat pelajaran, dan cara menggunakan catatan pelajaran.

A. Cara Mempersiapkan diri Sebelum Mengikuti Pelajaran

1. Persiapkan catatan buku dan alat tulis menulis sebelumnya

2. Bacalah dulu bahan pelajaran pada malam hari sebelum pelajaran tersebut diberkan

3. Buatlah catatan yang lalu agar dapat menguasai pelajaran

4. Susunlah pertanyaan untuk materi pelajaran yang belum jelas

5. Datanglah ke sekolah lebih awal. Daripada terlambat lebih baik menunggu sambil mempersiapkan pelajaran yang akan disampaikan oleh guru.

B. Cara Mencatat Pelajaran di Kelas

1. Pusatkan perhatian pada materi yang sedang diberikan dikelas

2. Tidak melakukan kegiatan yang dapat mengacaukan perhatian, seperti berbicara dengan teman pada saat guru menerangkan dan membaca cerita

3. Buatlah catatan dalam buku yang terpisah untuk masing-masing mata pelajaran

4. Cantumkan tanggal saat materi tersebut disampaikan oleh guru

5. Gunakan singkatan=singkatan atau simbul-simbul yang digunakan untuk menyingkat waktu. Contoh ;

Kata yang disingkat “ yg”

Kata sehingga disingkat “shg”

Kata oleh karena itu disingkat “ Oki”

Kata karena disingkat “krn”

Kata lawan ditulis “ X” dst

6. Tidak mencatat kata demi kata, kecuali untuk materi yang berupa kutipan.

7. Berikan tanda tertentu pada hal-hal yang penting dengan menggunakan tinta berwarna atau stabilo.

8. Tulislah dengan kata yang benar dan jelas sehingga mudah dibaca.

C. Cara menggunakan catatan

1. Segeralah pindahkan catatan kedalam buku catatan. Apabila tidak segera menyempurnakannya kemungkinan akan lupa

2. Lengkapilah catatan pelajaran secara teratur, jika membuat ringkasan berati telah melakukan kegiatan belajar, sehingga menambah pemahaman terhadap materi pelajaran.

3. Buat keterangan-keterangan pada ringkasan dengan menggunakan bahasa sendiri.

Selamat mencoba semoga sukses !

Kamis, 04 Maret 2010

TANYA JAWAB HUKUM ISLAM


BOLEHKAH BERDUAAN DENGAN TUNANGAN/PACAR?


Pertanyaan:

Saya mengajukan lamaran (khitbah) terhadap seorang gadis melalui keluarganya, lalu mereka menerima dan menyetujui lamaran saya. Karena itu, saya mengadakan pesta dengan mengundang kerabat dan teman-teman. Kami umumkan lamaran itu, kami bacakan al-Fatihah, dan kami mainkan musik. Pertanyaan saya: apakah persetujuan dan pengumuman ini dapat dipandang sebagai perkawinan menurut syari'at yang berarti memperbolehkan saya berduaan dengan wanita tunangan saya itu. Perlu diketahui bahwa dalam kondisi sekarang ini saya belum memungkinkan untuk melaksanakan akad nikah secara resmi dan terdaftar pada kantor urusan nikah (KUA).

Jawaban:

Khitbah (meminang, melamar, bertunangan) menurut bahasa, adat, dan syara, bukanlah perkawinan. Ia hanya merupakan mukadimah (pendahuluan) bagi perkawinan dan pengantar ke sana.

Seluruh kitab kamus membedakan antara kata-kata "khitbah" (melamar) dan "zawaj" (kawin); adat kebiasaan juga membedakan antara lelaki yang sudah meminang (bertunangan) dengan yang sudah kawin; dan syari'at membedakan secara jelas antara kedua istilah tersebut. Karena itu, khitbah tidak lebih dari sekadar mengumumkan keinginan untuk kawin dengan wanita tertentu, sedangkan zawaj (perkawinan) merupakan aqad yang mengikat dan perjanjian yang kuat yang mempunyai batas-batas, syarat-syarat, hak-hak, dan akibat-akibat tertentu.

Al Qur'an telah mengungkapkan kedua perkara tersebut, yaitu ketika membicarakan wanita yang kematian suami:

"Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang suaminya telah meninggal dan masih dalam 'iddah) itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma'ruf (sindiran yang baik). Dan janganlah kamu ber'azam (bertetap hati) untuk beraqad nikah sebelum habis 'iddahnya." (Al Baqarah: 235)

Khitbah, meski bagaimanapun dilakukan berbagai upacara, hal itu tak lebih hanya untuk menguatkan dan memantapkannya saja. Dan khitbah bagaimanapun keadaannya tidak akan dapat memberikan hak apa-apa kepada si peminang melainkan hanya dapat menghalangi lelaki lain untuk meminangnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

"Tidak boleh salah seorang diantara kamu meminang pinangan saudaranya." (Muttafaq 'alaih)

Karena itu, yang penting dan harus diperhatikan di sini bahwa wanita yang telah dipinang atau dilamar tetap
merupakan orang asing (bukan mahram) bagi si pelamar sehingga terselenggara perkawinan (akad nikah) dengannya. Tidak boleh si wanita diajak hidup serumah (rumah tangga) kecuali setelah dilaksanakan akad nikah yang benar menurut syara', dan rukun asasi dalam akad ini ialah ijab dan kabul. Ijab dan kabul adalah lafal-lafal (ucapan-ucapan) tertentu yang sudah dikenal dalam adat dan syara'.

Selama akad nikah - dengan ijab dan kabul - ini belum terlaksana, maka perkawinan itu belum terwujud dan belum terjadi, baik menurut adat, syara', maupun undang-undang. Wanita tunangannya tetap sebagai orang asing bagi si peminang (pelamar) yang tidak halal bagi mereka untuk berduaan dan bepergian berduaan tanpa disertai salah seorang mahramnya seperti ayahnya atau saudara laki-lakinya.

Menurut ketetapan syara, yang sudah dikenal bahwa lelaki yang telah mengawini seorang wanita lantas meninggalkan (menceraikan) isterinya itu sebelum ia mencampurinya, maka ia berkewaiiban memberi mahar kepada isterinya separo harga.

Allah berfirman:

"Jika kamu menceraikan isteri-isteri kamu sebelum kamu mencampuri mereka, padahal sesungguhnya kamu telah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah ..." (Al Baqarah: 237)

Adapun jika peminang meninggalkan (menceraikan) wanita pinangannya setelah dipinangnya, baik selang waktunya itu panjang maupun pendek, maka ia tidak punya kewajiban apa-apa kecuali hukuman moral dan adat yang berupa celaan dan cacian. Kalau demikian keadaannya, mana mungkin si peminang akan diperbolehkan berbuat terhadap wanita pinangannya sebagaimana yang diperbolehkan bagi orang yang telah melakukan akad nikah.

Karena itu, nasihat saya kepada saudara penanya, hendaklah segera melaksanakan akad nikah dengan wanita tunangannya itu. Jika itu sudah dilakukan, maka semua yang ditanyakan tadi diperbolehkanlah. Dan jika kondisi belum memungkinkan, maka sudah selayaknya ia menjaga hatinya dengan berpegang teguh pada agama dan ketegarannya sebagai laki-laki, mengekang nafsunya dan mengendalikannya dengan takwa. Sungguh tidak baik memulai sesuatu dengan melampaui batas yang halal dan melakukan yang haram.

Saya nasihatkan pula kepada para bapak dan para wali agar mewaspadai anak-anak perempuannya, jangan gegabah membiarkan mereka yang sudah bertunangan. Sebab, zaman itu selalu berubah dan, begitu pula hati manusia. Sikap gegabah pada awal suatu perkara dapat menimbulkan akibat yang pahit dan getir. Sebab itu, berhenti pada batas-batas Allah merupakan tindakan lebih tepat dan lebih utama.

"... Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zhalim." (Al Baqarah: 229)

"Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (An Nur: 52)

Kamis, 28 Januari 2010

KIAT-KIAT MEMBANGUN KEPERCAYAAN

KIAT-KIAT MEMBANGUN KEPERCAYAAN

Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.

Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di akhirat, jah melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan, atau ilmu sekalipun. Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali ntuk tumbuh, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.

Berikut ini sekelumit uraian yang isya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.

A. Kejujuran yang terbuktu dan teruji

Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang.

Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesunggunya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.

  1. Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehinga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.

  2. Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.

  3. Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.

  4. Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.

  5. Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.

  6. Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak keidakjujuran.

B. Cakap

Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.

  1. Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.

  2. Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baikdan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merenacnakan kegagalan.

  3. Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.

  4. Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.

  5. Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.

  6. Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa menyempurnakannya, mengapa tidak?

C. Inovatif

Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.

Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan, orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dab sulit mengejar, satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, berarti harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan.

Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemanpuan kreatif kita:

  1. Banyak membaca dan menulis.

  2. Banyak berdiskusi dan bertanya.

  3. Banyak melihat (mengadakan studi banding).

  4. banyak merenung (tafakur).

  5. Banyak berbuat dan mencoba.

  6. Banyak beribadah dan berdo'a.

Mudah-mudahan kegighan diri kita, menjaga agar karir hidup ini menjadi orang bersih, terbuka, ujur terpercaya yang dilakukan dengan tulus karena Allah semata. Selamat berjuang saudaraku sekalian, cukuplah Allah sebagai satu-satunya tujuan, pelindung, tumpuan harapan dan satu-satunya penolong kita semua.

Wallahu a'lam bishshawab. by. A.tholabi